Cara Tour di Kota Makassar dalam Sehari: Panduan Lengkap Menjelajahi Pesona Kota Anging Mammiri

Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, adalah salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki daya tarik luar biasa. Dikenal dengan sebutan “Kota Anging Mammiri”, Makassar memadukan pesona budaya, sejarah, kuliner, dan keindahan laut yang menawan. Bagi wisatawan yang hanya memiliki waktu satu hari, jangan khawatir—dalam waktu 24 jam saja, Anda masih bisa menikmati sisi terbaik dari kota ini asalkan perjalanan Anda diatur dengan baik. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap bagaimana melakukan tour di Kota Makassar dalam satu hari, mulai dari pagi hingga malam hari, lengkap dengan rekomendasi tempat, aktivitas, dan tips praktis agar perjalanan Anda berjalan lancar dan menyenangkan.

Pagi Hari: Menyambut Mentari di Pantai Losari dan Sarapan Khas Makassar

Tidak ada tempat yang lebih ikonik untuk memulai hari di Makassar selain Pantai Losari. Kawasan ini bukan hanya pantai biasa, melainkan jantung kota yang selalu hidup dari pagi hingga malam. Datanglah sekitar pukul 06.00 pagi untuk menikmati udara segar dan pemandangan matahari terbit yang indah dari ufuk timur. Banyak warga lokal berolahraga ringan di sekitar pantai, mulai dari jogging, bersepeda, hingga senam pagi. Anda bisa bergabung sambil menikmati suasana yang menenangkan.

Setelah puas menikmati keindahan pagi, saatnya sarapan khas Makassar. Tidak jauh dari Pantai Losari terdapat deretan warung dan rumah makan yang menyajikan kuliner legendaris seperti Coto Makassar, Sop Konro, dan Pisang Epe.

  • Coto Makassar adalah sup daging sapi dengan kuah kental berbumbu kacang dan rempah.
  • Sop Konro menyajikan iga sapi besar yang direbus lama hingga empuk, lalu disajikan dengan kuah hitam gurih.
  • Sementara Pisang Epe, pisang bakar yang disiram saus gula merah, menjadi camilan khas paling dicari di kawasan ini.

Kombinasi sarapan berat dan ringan ini akan memberi Anda energi penuh untuk menjelajahi Makassar seharian.

Menjelang Siang: Wisata Sejarah di Benteng Rotterdam dan Museum La Galigo

Setelah sarapan, Anda bisa berjalan kaki atau naik ojek online menuju Benteng Rotterdam, yang berjarak sekitar 5 menit dari Pantai Losari. Benteng ini adalah peninggalan sejarah kerajaan Gowa-Tallo yang kemudian digunakan oleh Belanda sebagai benteng pertahanan. Arsitekturnya memadukan gaya Eropa dan lokal, menjadikannya salah satu peninggalan bersejarah paling terawat di Indonesia Timur. Di dalam kompleks benteng, terdapat Museum La Galigo, tempat Anda bisa mempelajari sejarah Sulawesi Selatan, peralatan tradisional, naskah kuno, serta peninggalan budaya Bugis-Makassar.

Berjalan di antara tembok batu yang kokoh dan halaman luasnya, Anda akan merasakan atmosfer sejarah yang kuat. Pastikan Anda membawa kamera, karena setiap sudut benteng ini sangat instagramable. Biasanya, butuh sekitar satu jam untuk berkeliling di area ini sambil menikmati pemandu lokal yang akan menjelaskan kisah heroik Sultan Hasanuddin dan perjuangan rakyat Makassar di masa lampau.

Siang Hari: Kuliner dan Belanja Oleh-Oleh di Jalan Somba Opu

Menjelang siang, saat perut mulai lapar kembali, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke kawasan Jalan Somba Opu. Kawasan ini dikenal sebagai pusat oleh-oleh khas Makassar sekaligus tempat strategis untuk menikmati makan siang. Cobalah Pallubasa, hidangan khas yang mirip dengan Coto tetapi dengan cita rasa kuah yang lebih gurih karena tambahan kelapa sangrai. Warung Pallubasa Serigala menjadi salah satu tempat favorit yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Setelah makan siang, luangkan waktu untuk berbelanja oleh-oleh. Beberapa produk yang wajib dibeli antara lain:

  • Kacang disko, camilan gurih dan renyah khas Makassar.
  • Dodol Mangga atau Dodol Durian dari daerah Gowa.
  • Sarung tenun sutra Bugis yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal.
  • Kopi Toraja, salah satu kopi terbaik di Indonesia yang banyak dijual di toko-toko oleh-oleh sekitar sini.

Berbelanja di Somba Opu juga menjadi pengalaman tersendiri karena para penjualnya ramah dan tidak segan menawarkan diskon jika Anda membeli dalam jumlah banyak.

Sore Hari: Menyusuri Keindahan Alam di Akkarena dan Masjid Terapung

Sekitar pukul 15.00, saat matahari mulai menurun, arahkan perjalanan Anda ke Pantai Akkarena, yang terletak tidak jauh dari pusat kota. Pantai ini terkenal dengan pasir hitam lembutnya dan fasilitas yang lengkap seperti kafe, taman, serta spot foto tepi laut yang indah. Banyak wisatawan menikmati waktu santai sambil duduk di gazebo atau mencoba naik banana boat. Anda juga bisa menyewa sepeda listrik untuk berkeliling di sekitar taman pantai yang luas.

Setelah puas menikmati suasana pantai, jangan lewatkan momen untuk berkunjung ke Masjid 99 Kubah yang terletak di kawasan Center Point of Indonesia (CPI). Masjid ini menjadi ikon baru Makassar dengan arsitektur megah berwarna oranye kemerahan. Saat sore menjelang malam, kubah masjid memantulkan cahaya senja yang menciptakan pemandangan spektakuler. Banyak fotografer dan pengunjung datang khusus untuk menikmati golden hour di tempat ini.

Masjid ini juga menjadi tempat ibadah yang nyaman sekaligus destinasi wisata religi. Anda bisa beristirahat sejenak sambil menikmati semilir angin laut dan panorama laut lepas yang memukau.

Malam Hari: Menikmati Senja dan Kuliner Malam di Losari dan Sekitarnya

Saat malam tiba, kembalilah ke Pantai Losari yang kini berubah menjadi pusat hiburan malam kota. Lampu-lampu taman menyala, para pedagang kaki lima mulai berdagang, dan musik jalanan terdengar di berbagai sudut. Waktu terbaik datang sekitar pukul 18.00–20.00 untuk menikmati suasana yang ramai namun tetap nyaman.

Inilah saatnya Anda mencicipi kuliner malam khas Makassar yang tak kalah lezat. Beberapa menu yang patut dicoba antara lain:

  • Mie Titi, mie kering disiram kuah kental dengan potongan ayam dan sayuran.
  • Ikan bakar rica-rica yang disajikan segar di warung tepi pantai.
  • Jus alpukat kocok dengan cokelat kental yang terkenal manis dan menyegarkan.
  • Banyak wisatawan mengatakan bahwa menikmati makan malam sambil mendengar suara ombak Pantai Losari adalah pengalaman yang tidak terlupakan.

Bagi yang ingin suasana lebih modern, Anda bisa melanjutkan malam ke Trans Studio Mall Makassar, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia Timur. Selain berbelanja, ada banyak pilihan kafe dan restoran dengan pemandangan kota malam hari. Jika Anda ingin suasana santai, kafe rooftop di kawasan Pettarani atau Panakkukang juga bisa menjadi pilihan yang sempurna untuk menutup hari.

Alternatif Pilihan Tour Sehari di Makassar

Jika Anda ingin variasi dari rute utama di atas, berikut dua alternatif tour sehari yang bisa disesuaikan dengan minat Anda:

Tour Sejarah dan Budaya

  • Mulai dari Museum Balla Lompoa di Gowa (bekas istana Raja Gowa),
  • Lanjut ke Kampung Parangtambung untuk melihat perajin perahu tradisional Pinisi,
  • Akhiri di Pelabuhan Paotere, tempat kapal Pinisi asli bersanda

Tour Alam dan Rekreasi

  • Pagi ke Air Terjun Bantimurung, sekitar 1 jam dari kota, dikenal sebagai kerajaan kupu-kupu,
  • Siang kembali ke kota untuk makan siang khas Bugis,
  • Sore dan malam tetap menikmati Losari atau Akkarena.

Dengan rencana yang efisien, Anda bisa menyesuaikan itinerary sesuai preferensi, apakah lebih suka wisata sejarah, kuliner, atau alam.

Tips Praktis Agar Tour Sehari di Makassar Lancar

  1. Gunakan Transportasi Online Transportasi di Makassar cukup mudah dengan adanya layanan ojek online dan taksi daring. Pastikan ponsel Anda selalu terhubung ke internet agar bisa berpindah lokasi dengan cepat.
  2. Gunakan Pakaian Nyaman dan Pelindung Panas Cuaca Makassar bisa sangat panas pada siang hari, jadi gunakan pakaian yang ringan dan nyaman. Jangan lupa membawa topi, kacamata hitam, dan sunscreen.
  3. Siapkan Uang Tunai Secukupnya Meskipun banyak tempat sudah menerima pembayaran digital, beberapa warung tradisional dan pedagang kaki lima masih lebih menyukai pembayaran tunai.
  4. Datang Lebih Awal ke Tempat Populer Lokasi seperti Pantai Losari dan Benteng Rotterdam sering ramai, terutama di akhir pekan. Datang pagi akan memberi Anda pengalaman lebih tenang dan waktu foto yang leluasa.
  5. Cicipi Kuliner Lokal dari Tempat Asli Setiap makanan khas Makassar memiliki versi otentik di tempat tertentu. Misalnya, Coto Makassar terbaik bisa ditemukan di Coto Nusantara, sedangkan Mie Titi di Jalan Irian.
  6. Gunakan Waktu Efisien Karena Anda hanya punya satu hari, atur jadwal agar tidak terlalu lama di satu tempat. Luangkan waktu maksimal 1–1,5 jam di setiap lokasi utama.
  7. Simpan Energi untuk Menikmati Malam Hari Malam di Makassar adalah waktu paling hidup. Dari kuliner hingga hiburan, kota ini baru benar-benar bersinar setelah matahari terbenam.

Sehari yang Tak Terlupakan di Kota Anging Mammiri

Tour sehari di Makassar mungkin terdengar singkat, tetapi dengan perencanaan yang tepat, Anda bisa merasakan kekayaan budaya, kuliner, sejarah, dan keindahan alamnya dalam satu paket lengkap. Dari menikmati sunrise di Pantai Losari, menelusuri sejarah di Benteng Rotterdam, mencicipi kuliner khas di Somba Opu, hingga menutup hari dengan panorama senja di Masjid 99 Kubah, semuanya memberikan kesan yang sulit dilupakan.

Makassar bukan hanya kota transit menuju Tana Toraja atau destinasi lain di Sulawesi Selatan. Kota ini sendiri adalah destinasi wisata yang kaya cerita dan pengalaman. Jadi, jika Anda hanya punya waktu satu hari, manfaatkan setiap momennya dengan baik. Dalam waktu singkat, Anda akan memahami mengapa Makassar disebut “Kota Anging Mammiri”, tempat angin laut bertiup lembut membawa kenangan indah yang akan selalu teringat di hati setiap pengunjungnya.

Posting Komentar

0 Komentar